Perkembangan Pertanian di Belanda
Dalam sebuah negara, yang
menentukan negara tersebut maju atau tidak maju yaitu dari sisi ekonomi negara
tersebut. Pertumbuhan ekonomi dalam negara tersebut menjadi tolak ukur berkembang
atau tidak berkembangnya negara tersebut. Negara yang maju memiliki sistem
perekonomian yang melaju atas dasar kesejahteraan rakyatnya. Begitu pula yang
sedang di hadapi oleh negara berkembang. Berbagai masalah ekonomi berkembang
baik di setiap negara. Mulai dari pertumbuhan penduduk, tingkat pengangguran,
lapangan pekerjaan sampai dengan hal lainnya. Maka dari itu, dalam artikel ini
saya menampilkan data dari salah satu negara yang bisa dibilang “Maju”
yaitu Belanda.
Belanda
adalah salah satu negara maju, hal tersebut dikarena perekonomiannya yang
selalu stabil. Sektor pertanian manjadi modal utama bagi Belanda untuk menjadi
negara dengan hasil pertanian terbanyak di dunia, hal tersebut menjadi sebuah
kesuksesan tersendiri bagi negara Belanda. Dengan mengembangkan sektor
pertanian negara Belanda berhasil menghidupkan perekonomian yang luar biasa
cepatnya. Sektor pertanian menjadi salah satu pendapatan negara Belanda setelah
sektor wisata. Sektor pertanian pada hakikatnya memberikan dampak yang positif bagi negara yang mengembangkannya, karena dengan bertani dan memproduksi suatu barang menjadi salah satu alternatif sebuah negara dalam mendapatkan suatu pendatapan dari hasil yang dilakukannya. Hal ini menjadikan kematangan bangsa untuk bertahan dalam krisis apapun, karena pastinya akan selalu memiliki ketersediaan barang di negaranya untuk kepentingan masyarakat negara Belanda khususnya dan melakukan bantuan sosial kepada negara lainnya yang membutuhkan.
Secara geografis, wilayah Belanda
berada pada pusat pelayaran dan perdagangan di Eropa Barat. Negara ini memiliki
kota-kota Pelabuhan besar seperti Eidhohen, Rotterdam dan Amsterdam. Namun luas
wilayahnya tergolong sangat sempit untuk menampung penduduk sejumlah 16.730.329
jiwa (tahun 2011), sehingga negara ini tergolong negara terpadat di
dunia.Selain itu hampir 45% wilayahnya berada di bawah permukaan laut sehingga
masyarakat Belanda banyak membangun Tanggul- tanggul dan canal sebagai tempat
pemukiman. Selain canal, Belanda juga terkenal sebagai produsen bunga tulip,
dan kincir angin.
Solusi
perekonomian lainnya adalah dengan sektor pertanian sumber daya manusia yang
dimiliki dapat diberdayakan dengan maksimal dan merata. Karena sektor pertanian
tidak hanya dapat di tekuni oleh masyarakat bawah saja tetapi masyarakat
ataspun dapat terjun langsung menekuninya. Dengan budaya negara untuk
memproduksi suatu hasil alam sendiri membuat negara Belanda menjadi salah satu
negara yang jarang mengalami kekurangan pangan, papan maupun sandang. Hal itu
dikarenakan dari kebiasaan masyarakat untuk menjadikan sektor pertanian menjadi
salah satu konsentrasi masyarakat di negara Belanda. Masyarakat Belanda
menyadari bahwa dengan sektor pertanian, dalam memproduksi sumber daya alam
mapun benda lainnya akan memberikan manfaat, untuk budaya masyarakat sekitar
agar tidak konsumtif.Masalah perekonomian tidak hanya dialami oleh negara berkembang saja, negara maju seperti Belanda pun pada hakikatnya selalu juga mendapati kendala dalam penerapan dan pengembangan sektor pertanian untuk mendukung masalah perekonomian bangsa. Mulai dari kemiskinan, kekurangan kebutuhan hidup maupun pengangguran. Kendala yang dihadapi dalam sektor pertanian pada negara maju adalah cuaca yang kurang mendukung sehingga sedikit mengganggu proses produksi, kenaikan harga bahan baku atau produksi, pasar yang tidak menerima produk yang sudah diproduksi. Tetapi walaupun demikian sebagai negara maju Belanda memiliki kemampuan untuk mengatasi kendala tersebut, mereka tidak pernah mengalami kendala yang kritis sehingga produksi barang dari sumber daya alam yang dimiliki mereka tetap mereka produksi dan mereka pasarkan dengan baik.
Negara Belanda meyakini bahwa dengan sektor pertanian dan memproduksi barang negaranya akan maju secara pesat. Dan memiliki kematangan pribadi dalam mengelola negaranya agar tetap memiliki persediaan dari hasil pengolahan sumber daya alam.
Sebagai negara maju dengan sektor pertanian Belanda tidak pernah melupakan lingkungan disekitarnya. Negara Belanda selalu peduli akan negara tetangganya yang mengalami kesulitan papan, pangan maupun sandang. Hasil pertanian dan hasil produksi yang mereka miliki, tidak menjadikan negara Belanda egois untuk memakainya sendiri, tetapi didistribusikan kepada negara yang membutuhkannya.
Dibandingkan dengan
banyak negara anggota Uni Eropa lainnya, Belanda memiliki ekonomi yang sangat
terbuka, yang mengapa negara terpukul keras oleh penurunan tajam dalam
perdagangan dunia pada tahun 2008 dan 2009. Namun demikian, penurunan ekonomi
di Belanda tidak lebih besar dari penurunan PDB untuk seluruh zona euro. Ketika
dianggap selama jangka waktu yang lama, bagaimanapun, Belanda menunjukkan
pertumbuhan ekonomi yang sangat baik dibandingkan dengan Anggota Uni Eropa dan
Amerika Serikat. Ini merupakan kinerja yang sangat baik untuk perekonomian yang
dikembangkan dengan standar hidup yang tinggi. Reformasi struktural yang telah
dilaksanakan di, misalnya, pasar tenaga kerja dan sistem jaminan sosial, telah
menciptakan kondisi untuk pertumbuhan ekonomi berpotensi sehat yang menawarkan
ruang untuk investasi dalam pengetahuan dan inovasi, misalnya, sehingga Belanda
akan tetap menjadi makmur dan berkelanjutan.
dalam hal luas permukaan dan ukuran populasi,
Belanda bukan negara sangat besar dan peringkat 133 di seluruh dunia dan ke-61.
Berbeda sekali, kinerja ekonomi negara peringkat jauh lebih tinggi. Ukuran
ekonomi, atau Produk Domestik Bruto, lebih dari € 588 miliar pada 2010. Belanda
memiliki ekonomi terbesar keenam belas di dunia dan terbesar keenam di Uni
Eropa.
Perkembangan Teknologi Pertanian
di Belanda
Kegiatan pertanian semakin berkembang
karena berlakunya kemajuan yang pesat dalam teknik dan kaedah pertanian di
Belanda menjelang abad ke-16 M dan ke-17 M berbanding dengan negara-negara
eropa yang lain. Antara perkembangan yang berlaku dalam bidang teknologi
pertanian ini adalah kajian mengenai sistem pertanian Belanda, pengenalan
sistem tanaman bergilir, sistem penanaman rumput ternakan, sistem batas, sistem
penanaman deretan, teknik memelihara kesuburan tanah dan penciptaan peralatan
pertanian.
Kajian Mengenai
Sistem Pertanian Belanda telah dijalankan terutama mengenai teknik dan
kaedah pertanian yang di perkenalkan oleh masyarakat Belanda dijalankan oleh
sarjana-sarjana dari England seperti Sir Richard Weston, Lord Townshend,
Bakewell, Sir John Sinclair, Thomas Radcliff, Andrew Fletcher of Saltoun, James
Meikle, Bartholomew Rocque, Patrick Neill dan William Speechley. Hasil kajian
mereka, menunjukkan petani-petani di Belanda telah memperkenalkan sistem
tanaman giliran, sistem penanaman rumput seperti Clover, Lucerne, Burnet,
Timothy Grass dan Turnip dan mencipta peralatan seperti tenggala dan mesin
menampi.
Petani-petani Belanda merupakan perintis dalam
memperkenalkan sistem penggiliran tanaman. Dalam sistem penggiliran yang
diamalkan di Belanda, penanaman secara intensif telah dijalankan di mana tanah
rang telah ditanam dengan kacang tanah, ubi-ubian, jagung dan bijirin seperti
gamdum, barli, oat yang menjadi sumber utama Belanda.
Sistem penggiliran ini melibatkan penanaman jagung musim sejuk
(satu tahun), jagung musim panas (satu tahun), tanah rang (satu tahun) dan
penanaman rumput (3 atau 6 tahun) diamalkan. Sistem penggiliran tanaman juga
diamalkan secara meluas di wilayah Waes (Belanda) pada tahun 1644. Sistem
tanaman ini masih dipraktikkan di ladang-ladang yang terletak di selatan Edegem
di wilayah Brabant pada tahun 1800. Kaedah ini akan mengembalikan kesuburan
tanah dan meningkatkan lagi hasil pengeluaran pertanian.
Petani-petani Belanda juga memperkenalkan sistem penanaman
rumput ternakan untuk ternakan pada tanah rang. Tanaman rumput seperti
turnip ditanam di kawasan tanah rang selepas jagung dituai. Terdapat bukti
mengenai penanaman tanaman rumput di tanah rang pada pertengahan abad ke-15 M
iaitu pada tahun 1498 di Louvain.
Petani-petani di Belanda juga
memperkenalkan sistem menanam dengan membuat batas. Melalui sistem ini,
saliran yang baik dapat diwujudkan bagi memastikan tanaman tumbuh dengan subur.
Bagi memelihara kesuburan tanah, kedudukan batas diubah setiap tahun. Sistem
penanaman di atas batas menyebabkan penanaman dalam deretan atau jajaran di
perkenalkan.Sistem Penanaman Deretan diamalkan bagi tanaman seperti
jagung, mader, hop, biji kol dan tembakau. Sistem penanaman dalam deretan bagi
tanaman komersial digunakan sejak abad ke-14 M.
Para petani Belanda
juga mempunyai pengetahuan yang tinggi dalam memelihara kesuburan tanah.
Mereka mengekalkan kesuburan tanah pertanian dengan melakukan aktiviti berikut
melakukan pemugaran tanah pertanian, menggunakan baja asli dan membuang rumput
dan tanaman perosak. Petani-petani mengekalkan kesuburan tanah dengan
menggunakan baja asli yang terdiri daripada najis ternakan yang diperolehi
daripada kawasan-kawasan penternakan lembu. Petani-petani di Belanda juga
memberi sumbangan dalam penciptaan peralatan pertanian. Antara peralatan yang
dicipta termasuklah sejenis tenggala baru yang digunakan oleh petani di
Gelderland, mencipta tenggala beroda dan mesin untuk menampi bijirin.
sumber:
https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/22/615-perkembangan-sektor-pertanian-di-belanda-memberikan-solusi-perekonomian/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar